BeritaPeristiwa

Pemilik Lahan Di Namorambe Merasa Di Intimidasi Personil Gabungan

830
×

Pemilik Lahan Di Namorambe Merasa Di Intimidasi Personil Gabungan

Sebarkan artikel ini
Teks : Foto Insiden Dengan Personil Gabungan

Deli Serdang || – Insiden kericuhan yang menjurus anarkis nyaris terjadi di Desa Jatikesuma, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, selasa (17/10/2023).

Kejadian ini bermula ketika sejumlah personil gabungan dari Satpol PP, Dishub, dan Dinas PU mendatangi lahan milik warga dan di duga melakukan intimidasi dan merusak portal milik warga tersebut.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Perbuatan dan aksi yang menjurus anarkis ini menjadi perhatian kru media yang meliput dan masyarakat setempat serta turut disaksikan oleh pihak Muspika Namorambe.

Pemilik lahan yang menjadi korban telah meminta surat perintah tugas kepada personil gabungan yang datang, namun permintaan mereka diabaikan dan tidak diacuhkan sama sekali.

Hal ini memicu kejadian semakin memanas dikarenakan para personil gabungan yang datang dan terlibat dalam kejadian tersebut diduga tidak mengantongi surat perintah tugas yang jelas.

Bahkan, pihak berwenang seperti Camat, Kades, dan Kapolsek tidak terlihat hadir meskipun warganya telah mengalami intimidasi dari personil Satpol PP Deli Serdang.

Kuat dugaan adanya pihak ketiga yang terlibat dalam insiden ini, seperti yang diungkapkan oleh seorang anak pemilik lahan yang menyebut “Pasukan nasi bungkus.”

Dalam insiden ini pihak-pihak yang terlibat adalah Satpol PP Deli Serdang, Dinas PU Deli Serdang, Dishub Deli Serdang, Pemdes Jati Kesuma, Pemdes Kuta Tengah, Pemerintah Kecamatan Namorambe, Polsek Namorambe serta Danramil.

Pantauan dilokasi kejadian terlihat bahwa beberapa personil Polsek juga turut serta dalam pembiaran, tanpa melakukan pemisahan dan penghentian kekerasan yang sedang berlangsung.

Setelah insiden kejadian ini membuat keluarga yang menjadi korban kekerasan berinisiatif melaporkannya ke Polsek Namorambe.

Sesuai penuturan mereka laporan tersebut tidak mendapatkan respon dari petugas, mereka hanya mengarahkan untuk menindaklanjuti masalah ini ke Polres Deli Serdang, tanpa memperhatikan laporan korban yang telah mengalami intimidasi.

A. Nst

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *