Berita

Permainan Pemotongan Video: Kontroversi Pernyataan Pj Bupati Tapteng tentang Wartawan dan LSM

1094
×

Permainan Pemotongan Video: Kontroversi Pernyataan Pj Bupati Tapteng tentang Wartawan dan LSM

Sebarkan artikel ini

Sumatera Utara – Tapteng, 30 Desember 2023 – Sebuah video kontroversial Pj Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sugeng Riyanta, mengenai wartawan dan LSM beredar, memunculkan polemik terkait pemotongan konten oleh pihak tertentu.

Sugeng Riyanta menegaskan bahwa video tersebut sengaja dipotong untuk mem-framing pernyataannya, sehingga terkesan mencerminkan pandangan negatif terhadap wartawan dan LSM. Dalam klarifikasinya, Pj Bupati menyatakan bahwa videonya yang lengkap memberikan konteks yang berbeda dari yang tersebar di media.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Pernyataan kontroversial itu terjadi ketika Sugeng memberikan arahan kepada pegawai di Dinas Kesehatan Tapteng, sebelum terlibat cekcok dengan Ketua DPRD Tapteng, Khairul Kiyedi. Dalam momen tersebut, Sugeng berbicara tentang pengalaman beberapa orang yang mengaku wartawan dan LSM, namun sebenarnya berupaya menakuti, menipu, dan meminta uang.

“Saat itu saya sedang memberi motivasi dengan teman-teman kepala puskesmas, para bendahara, bahwa mereka ini nanti proses hukum akan dipanggil oleh kejaksaan,” jelas Sugeng.

Pj Bupati menegaskan bahwa pernyataannya tidak bermaksud menyinggung wartawan secara umum, melainkan pihak yang mengaku wartawan tanpa dasar yang jelas. Dia menyoroti tindakan oknum yang mengaku wartawan dan LSM dengan akhirnya meminta dana sebagai bentuk “bantuan.”

Sugeng merasa disayangkan karena pemotongan video tersebut dilakukan untuk menyudutkannya dan mendeskreditkannya secara tidak adil. Dia menegaskan bahwa pemotongan tersebut bertujuan untuk menciptakan citra negatif terhadap dirinya.

Polemik video ini mengundang perhatian terutama dalam konteks kebebasan pers dan tanggung jawab media. Masyarakat dan pihak terkait diharapkan untuk mengevaluasi informasi dengan cermat sebelum mengambil kesimpulan, mengingat potensi manipulasi yang dapat terjadi dalam era media digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *