Pelalawan – Kabupaten Pelalawan, Riau, saat ini dilanda banjir parah akibat luapan Sungai Kampar. Sebanyak 9 kecamatan di daerah ini terendam banjir berkepanjangan, menyebabkan Jalan Lintas Timur Kilometer 83 Desa Kemang lumpuh total bagi berbagai jenis kendaraan.
Givo Vrabora, Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Pelalawan (HIPMAWAN), mengecam kondisi ini dan dengan tegas meminta Gubernur Riau, Edi Natar Nasution, untuk segera meninjau langsung korban banjir dan kondisi masyarakat yang terdampak. Menurut Givo, ada 19 ribu korban dan ribuan kepala keluarga yang terkena dampak banjir.
Meskipun Pemerintah Daerah Pelalawan berupaya mengatasi banjir dengan keterbatasan anggaran, Givo menyatakan bahwa Gubernur Riau belum turun langsung untuk mengunjungi masyarakat yang terdampak, terutama di Jalan Lintas Timur Kilometer 76-83 di Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras.
Givo Vrabora menambahkan bahwa Sungai Kampar saat ini mencapai ketinggian 4,13 meter, dengan kondisi terparah di Dusun Muara Sako Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, di mana air merendam badan jalan hingga mencapai dua meter.
Dalam seruannya, Givo menekankan bahwa situasi banjir di Pelalawan bukan hanya masalah daerah, melainkan sudah menjadi persoalan nasional. Dia berharap Gubernur Riau dapat segera melihat langsung dampak banjir ini dan mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan untuk penanggulangan bencana ini.












