SUMUT | Kota Medan |suaramassa.co.id – Bawaslu Kota Medan pada Kamis, 05 September 2024 mengadakan sosialisasi yang mengundang para tokoh masyarakat dari berbagai kecamatan di Kota Medan. Acara ini digelar di Le Polonia Hotel, Jl. Sudirman, Medan, dengan mengusung tema, “Pengawasan Pemilihan Kepala Daerah Bawaslu Kota Medan Tahun 2024”.
Dari undangan yang beredar, setiap kecamatan diminta mengirimkan tiga tokoh masyarakat. Selain itu, hadir pula perwakilan dari berbagai organisasi massa seperti kelompok Cipayung, KNPI, GAMKI, GP Ansor, Serta Pemuda Muhammadiah.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat peran serta masyarakat dalam pengawasan pemilihan kepala daerah tahun 2024.
Acara sosialisasi Bawaslu Kota Medan dimulai dengan prosesi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, diikuti oleh pembawaan Mars Bawaslu. Setelah itu, sesi doa dipimpin oleh Ust. Irsan Armadi M.Si.MH menandai pembukaan resmi acara tersebut. Atmosfer acara terasa khidmat, dengan tujuan memperkuat komitmen dalam pengawasan pemilihan kepala daerah pada tahun 2024.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kota Medan, David Reynold menekankan pentingnya sosialisasi ini agar masyarakat turut berperan dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Pilkada yang akan datang. Menurutnya, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan proses pemilu berjalan dengan jujur, adil, dan transparan.
Hal serupa disampaikan oleh narasumber dari Akademisi Raden Deni Adminral.S.Sos. M.AP yang juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga integritas Pilkada, serta pentingnya sosialisasi agar masyarakat paham tentang hak dan tanggung jawab mereka dalam pengawasan pilkada.
Taufiqurrahman Munthe Perwakilan dari KPU juga turut memberikan sambutan dalam acara tersebut juga menyampaikan bahwa kerja sama antara Bawaslu, KPU dan masyarakat sangat penting untuk memastikan pelaksanaan Pilkada yang jujur, adil, dan demokratis. Mereka juga menekankan bahwa selain melakukan pengawasan, masyarakat diharapkan dapat menjadi penggerak partisipasi aktif dalam setiap tahapan Pilkada. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat demokrasi di tingkat lokal maupun nasional.
Acara sosialisasi tersebut juga melibatkan sesi tanya jawab yang interaktif antara peserta dan narasumber. Beberapa tokoh masyarakat yang hadir aktif menyampaikan pertanyaan terkait mekanisme pengawasan Pilkada dan peran yang dapat mereka lakukan. Narasumber, termasuk perwakilan dari Bawaslu dan KPU memberikan penjelasan yang mendetail serta solusi atas berbagai kekhawatiran dan tantangan yang mungkin dihadapi selama proses pemilihan. Sesi ini berlangsung dinamis dan memberi kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengawasan pemilihan kepala daerah.
Sebelum acara berakhir, pihak Bawaslu Kota Medan sebagai penyelenggara memberikan uang transportasi kepada para undangan yang hadir sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Hal ini dilakukan untuk mendukung kelancaran kehadiran para tokoh masyarakat dan organisasi masa yang telah berkontribusi dalam diskusi dan sosialisasi terkait pengawasan Pilkada.
(H²)












