PELALAWAN – Rabu 03 Januari 2024 – Meskipun risiko banjir menerpa, karyawan PT.PHI dari Apdeling 07 tidak kenal lelah untuk memberikan sejumput nasip kepada keluarga mereka. Dalam kondisi air setinggi satu meter, mereka masih gigih bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Para pekerja dihadapkan pada tantangan ekstra, mulai dari pertanyaan tak terjawab tentang hasil kerja hingga perjalanan tiga jam menggunakan sampan mesin menuju lokasi kerja yang tergenang banjir. Meskipun mengeluhkan waktu pulang yang bisa mencapai magrib, karyawan tetap setia menjalani keputusan perusahaan.
Namun, kekecewaan muncul ketika mereka merasa hanya diakui saat pemilu. Dalam wawancara dengan media, sebagian pekerja menyampaikan kesedihan mereka karena tak satupun pemerintah setempat memberikan perhatian pada kondisi sulit yang mereka hadapi.
“Sangat sedih rasanya kami hanya di butuhkan saat pemilu saja. Tapi sejauh ini tak ada pemerintah setempat atau wakil rakyat yang berkunjung melihat kondisi kami pada saat ini,” ujar salah satu karyawan.
Ketidakpedulian pemerintah membuat mereka bertanya, apakah hanya warga desa dan kota yang layak mendapat perhatian? Para pekerja menegaskan bahwa mereka juga merupakan bagian dari Rakyat Indonesia pribumi di NKRI yang seharusnya mendapat perhatian yang sama.(TIM)












