BeritaPeristiwa

Respon Cepat Disnakertrans Riau: Tim Pengawas Turun Investigasi Kecelakaan Kerja di Pabrik Rayon APR

315
×

Respon Cepat Disnakertrans Riau: Tim Pengawas Turun Investigasi Kecelakaan Kerja di Pabrik Rayon APR

Sebarkan artikel ini

 

PEKANBARU – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau bergerak cepat merespons peristiwa kecelakaan kerja yang terjadi di pabrik rayon milik Asia Pacific Rayon (APR), anak perusahaan RAPP, pada Sabtu (21/6/2025) lalu. Insiden tersebut mengakibatkan meninggalnya seorang pekerja bernama Nanda Satria.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Kepala Bidang Pengawasan Disnakertrans Riau, Bayu Surya, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk tim pengawas untuk melakukan investigasi langsung ke lokasi kejadian. Surat perintah tugas sudah ditandatangani Kepala Dinas, dan tim yang dipimpin oleh dr. Junaedi diberangkatkan pada hari ini, Ahad (22/6/2025).

“Tim sudah dibentuk dan hari ini mereka bergerak ke lokasi kecelakaan kerja di PT RAPP. Mereka akan melakukan investigasi, olah TKP, dan menyusun nota hasil dari kunjungan tersebut,” ujar Bayu Surya.

Sementara itu, dr. Junaedi yang ditunjuk sebagai Ketua Tim Pengawas menyampaikan bahwa pihaknya sedang dalam perjalanan menuju Pangkalan Kerinci, tepatnya ke lokasi kejadian di kompleks pabrik APR. “Kami sudah di jalan, menuju TKP di kompleks RAPP,” katanya singkat.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan kerja menimpa Nanda Satria yang kemudian dinyatakan meninggal dunia di klinik RAPP. Penanganan jenazah oleh pihak manajemen perusahaan menuai kritik dari keluarga korban. Jenazah langsung dipulangkan ke kampung halaman di Sumatera Utara menggunakan mobil ambulans milik Pemkab yang diduga tidak layak, bahkan tidak sempat dibuka peti jenazahnya agar keluarga dapat melihat wajah almarhum untuk terakhir kalinya.

Gusti Piliang, perwakilan keluarga dari pihak istri korban di Saruaso, Pelalawan, menyampaikan kekecewaan atas tindakan perusahaan. “APR tidak bertanggung jawab. Jenazah diantar pakai ambulans Pemkab yang kondisi kacanya pecah. Seharusnya perusahaan menyediakan ambulans yang layak untuk mengantar ke Medan. Ini sungguh tidak berperikemanusiaan,” ujarnya geram.

Disnakertrans Riau menegaskan bahwa mereka akan menindaklanjuti kasus ini sesuai prosedur dan akan menyampaikan hasil investigasi setelah tim kembali dari lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *