BeritaPeristiwa

Kecelakaan Kerja di Pabrik APR, Nanda Satria Dipulangkan ke Medan dalam Peti Mati, Keluarga Tak Sempat Lihat Wajah Terakhir

353
×

Kecelakaan Kerja di Pabrik APR, Nanda Satria Dipulangkan ke Medan dalam Peti Mati, Keluarga Tak Sempat Lihat Wajah Terakhir

Sebarkan artikel ini

 

 

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Pelalawan – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga di Jalan Sejahtera, Gang Cendana 4, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Desi, istri dari almarhum Nanda Satria, tak kuasa menahan tangis saat jenazah suaminya tiba di rumah duka. Namun kesedihan makin dalam karena peti jenazah tertutup rapat dan tidak dibuka, membuat keluarga tidak bisa melihat wajah almarhum untuk terakhir kalinya.

Nanda Satria, seorang karyawan di bagian Spinning pabrik rayon milik PT Asia Pacific Resources International Limited (APR), anak perusahaan dari April Group, meninggal dunia akibat kecelakaan kerja yang terjadi pada Sabtu malam, 21 Juni 2025. Menurut informasi yang dihimpun dari rekan-rekannya, korban diduga mengalami insiden fatal saat bekerja dan terkena mesin konveyor bertekanan tinggi.

Setelah kejadian, Nanda sempat dilarikan ke Klinik RAPP untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun sayangnya, nyawa Nanda tidak tertolong. Pihak perusahaan disebut langsung bergerak cepat untuk memproses jenazah. Tanpa menunggu keluarga, jenazah dikabarkan langsung dimandikan, dikafani, dan dishalatkan di masjid internal perusahaan.

“Sudah dishalatkan di masjid dalam,” ujar salah seorang rekan korban saat mengantarkan jenazah ke kendaraan ambulans milik Pemkab Pelalawan dengan nomor polisi BM 7013 C, yang kemudian membawa jenazah langsung ke kampung halamannya di Kisaran, Sumatera Utara.

“Dia masuk kerja jam 4 sore tadi,” tambah rekan kerjanya yang lain, menjelaskan bahwa Nanda baru beberapa jam bekerja sebelum insiden tragis tersebut terjadi.

Yang membuat keluarga terpukul, selain kehilangan mendadak ini, adalah tidak diberikannya kesempatan bagi istri dan keluarga korban untuk menyaksikan wajah almarhum secara langsung, karena peti mati dipaku rapat.

Upaya konfirmasi kepada pihak perusahaan dilakukan oleh tim awak media. Humas RAPP, Disra Aldrick, saat dikonfirmasi, mengarahkan agar pertanyaan ditujukan kepada bawahannya, Budi Firmansyah. Namun hingga berita ini diterbitkan, Budi belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden kecelakaan kerja tersebut.

Kasus ini menyisakan duka mendalam serta pertanyaan mengenai keselamatan kerja dan transparansi penanganan insiden oleh perusahaan. Keluarga berharap adanya kejelasan dan pertanggungjawaban atas peristiwa yang merenggut nyawa Nanda.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *